MAKALAH
PRODUKSI KAMBING DAN DOMBA
“Produksi
Daging, Susu dan Wol”

Oleh:
L A R A B I A
L1A1 13 141
JURUSAN
PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS
HALU OLEO
KENDARI
2015
KATA
PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT,
karena atas limpahan nikmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini tepat pada waktu yang telah ditentukan. Makalah ini disusun sebagai
syarat untuk penambahan nilai dalam Mata Kuliah Produksi Kambing dan Domba.
Makalah
ini membahas tentang Produksi daging, susu, dan wol pada kambing domba. Olehnya
itu sangat penting penulis menyusun makalah ini sebagai acuan dalam belajar produksi
kambing dan domba.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Olehnya itu, saran atau kritikan sangat
diharapkan demi perbaikan dalam pembuatan makalah berikutnya. Semoga dengan
hadirnya makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan khususnya bagi
saya selaku penyusun makalah ini.
Kendari 10 November 2016
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL............................................................................................... i
KATA PENGANTAR............................................................................................ ii
DAFTAR ISI. .......................................................................................................... iii
I. PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang…........................................................................................ 1
B. Rumusan
Masalah........................................................................................ 2
C. Tujuan dan
Manfaat........................................................................... ........
2
II. PEMBAHASAN
A. Produksi
Daging......................................................................................... 3
1. Jenis
Kambing Penghasil Daging......................................................... 4
2. Jenis
Domba Penghasil Daging............................................................
10
B. Produksi
Susu.............................................................................................
14
1. Jenis
Kambing Penghasil Susu.............................................................
14
2. Manfaat
Susu Kambing........................................................................
15
3. Macam-Macam
domba perah...............................................................
15
C. Produksi
Wol..............................................................................................
16
1. Domba
Marino.....................................................................................
16
III.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan..................................................................................................
21
B. Saran............................................................................................................
21
DAFTAR
PUSTAKA
1.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pembangunan
peternakan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan
swasta. Pemerintah menyelenggarakan pengaturan,pembinaan, pengendalian dan
pengawasan terhadap ketersediaan produk peternakan yang cukup, baik jumlah
maupun mutunya, aman, bergizi, beragamdan merata. Sedang swasta dan masyarakat
memiliki kesempatan untuk berperan seluas-luasnya dalam mewujudkan kecukupan
produk peternakan, dapat berupa melaksanakan produksi, perdagangan dan
distribusi produk ternak.
Selama ini sub-sektor peternakan masih dipandang sebelah
mata oleh banyak pihak. Padahal kalau dikerjakan dengan serius, peternakan
dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah bahkan nasional. Pada
dasarnya domba dan kambing merupakan jenis hewan ternak pemakan rumput yang
tergolong ruminansia kecil, keduanya pun populasinya hampir tersebar merata dan
ada di seluruh dunia. Namun bila kita melihat visual fisiknya dengan cermat
maka domba berbeda dengan kambing. Postur tubuh domba cenderung lebih bulat
dibandingkan dengan kambing yang ramping. Daun telinga kambing panjang dan
terkulai. Bentuk bulu domba pun lebih ikal dan keriting sehingga dapat
dimanfaatkan sebagai bulu wool sedangkan lain halnya dengan kambing yang
cenderung lurus. Hewan ternak domba yang ada sekarang diduga merupakan hasil
dometikasi manusia dari 3 jenis domba liar: Domba Mouflon dari Eropa Selatan
dan Asia Kecil, Domba Argali dari Asia Tenggara serta Urial dari Asia.
Domba-domba ini awalnya diburu secara liar sampai akhirnya diternakkan oleh
manusia.
Populasi ternak kambing di Indonesia
mencapai 17.862.203 ekor peningkatan populasi terak kambing dimulai pada tahun
2005 sekitar 629 ribu atau sektar 5%
dari pertumbuhannya (Ditjennak, 2012), Ternak adalah hewan yang telah dijinakkan, dikembang biakkan
dan dipelihara oleh manusia untuk diambil dan dimanfaatkan hasil produksinya. Ternak yang
dipelihara oleh manusia dapat digolongkan menjadi beberapa golongan berdasarkan
hasil produksinya yaitu : (1). Ternak Potong adalah ternak penghasil utama
daging, (2). Ternak Perah adalah ternak penghasil utama susu, (3). Ternak
Dwiguna adalah ternak penghasil daging atau susu dan biasanya ternak ini juga
dipekerjakan oleh petani
Ternak dan hasil produksinya merupakan sumber bahan pangan
protein yang sangat penting untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia
Indonesia. Perkembangan populasi ternak utama dan hasil produksinya merupakan
gambaran tingkat ketersediaan sumber bahan protein nasional. Tingkat konsumsi
yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia dipengaruhi oleh tingkat
ketersediaan daging dan produksi ternak lainnya dan tingkat pendapatan
rumahtangga (purchasing power). Faktor tingkat pendapatanlah yang akan menentukan
apakah rumahtangga/individu akan lebih banyak mengkonsumsi sumber karbohidrat
atau protein, yang akan berpengaruh pada tingkat konsumsi berkualitas dan
sesuai dengan persyaratan gizi.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian
pada latar belakang maka dapat
dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut: “Bagaimana produksi kambing
domba yang dapat menghasilkan daging, susu, dan wol sebagai kebutuhan
konsumen”.
C. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dalam pembuatan
makalah ini adalah untuk mengetahui jenis
kambing domba yang memproduksi
daging, susu dan wol.
Manfaat dalam pembuatan
makalah ini adalah mahasiswa dapat mengetahui jenis kambing domba yang memproduksi daging, susu dan wol.
II.
PEMBAHASAN
A. Produksi Daging
Daging kambing dan domba merupakan komoditas
pangan daging yang bahkan memiliki kandungan nutrisi lebih baik dari daging
sapi ( Soedjana, Tjeppy D, 2011). Ternak Kambing, selain digunakan sebagai ternak penghasil daging, juga digunakan sebagai ternak penghasil susu. Pasar ekspor kebutuhan kambing dalam negeri perhitungann kebutuhan konsumsi daging sekitar 5,6 juta
ekor/tahun, sementara data 2007
menunjukkan populasi ternak kambing nasional sektar 14,9 juta ekor, mengalami tren rata-rata pertumbuhan
sekitar 4,02 %/tahun pada 2003 sekitar 12,7 juta ekor. Ternak domba, tidak jauh berbeda, tren
rata-rata pertumbuhannya sekitar 6,04%
pada tahun 2003 sekitar 7,8 juta ekor,
menjadi sekitar 9,9 juta ekor pada 2007,
sehingga dapat menggembirakan, bahwa tingkat konsumsi lokal akan daging kambing dari tahun ke tahun
meningkat, terjadi di tengah-tengah dalam
catatan di tingkat konsumsi daging kambing mengalami penurunan
(Statistik Peternakan, 2012).
Rumpun baru kambing penghasil daging
yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian melalui program pemuliaan adalah
kambing (Haryono et al , 2011). Menenurut tipenya semua jenis kambing
ada rumpunnya salah satu contoh, kambing PE termasuk kambing dwiguna, dengan
tingkat produksi susu antara 1,45-2,1/hari/laktasi (Sutama et al. 1995)
dan Sutama et al., 1995).
Kambing merupakan salah salah ternak
kekayaan Bangsa Indonesia dan patut
dipertahankan keberadaan kambing, walaupun demikian ada juga
persilangan antara ternak impor dengan ternak asli yang kemudian ternak crossbred
dan mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi setempat. Kambing disetiap wilayah
mempunyai nama arti tersendiri, pada umumnya kambing dipelihara para peternak
kecil, karena kambing mempunyai beberapa keunggulan antara lain: membutuhkan
modal usaha yang relatif kecil, mudah cara memeliharanya, banyak digunakan
berbagai acara baik untuk keperluan kekeluargaan, seperti syukuran, maupun
acara yang berhubungan dengan ritual keagamaan seperti hewan qurban pada hari
raya keagamaan aqiqah dan lainnya (Thalib et al. 2011).
Pada umumnya kambing dipelihara para
peternak kecil, karena kambing mempunyai beberapa keunggulan modal usaha yang
relatif kecil mudah cara memeliharanya, banyak digunakan berbagai acara baik
untuk keperluan kekeluargaa dan lainnya Thalib et al. (2011). Pemerintah
saat ini dan seteusnya selalu berusaha terus untuk meujudkan swasembada daging
secara berkelanjutan melalui program tujuannya untuk meujudkan kecukuan daging berbasis
sumber daya lokal yang di dukung dengan teknologi inopatif tepat guna agar
dapat menghasilkan, mempunyai daya saing yang cukup tinggi, program merupakan
monumen untuk dijadikan sebagai pendorong dalam mengembalikan Indonesia sebagai
eksportir ternak sapi, kambing dan domba.
1.
Jenis
Kambing yang Dapat Diternakan Sebagai Kambing Potong
a.
Kambing
Kacang
Kambing kacang merupakan tipe kambing potong
yang sangat prolific atau mempunyai produktifitas yang tinggi dan ras unggul
kambing yang pertama kali dikembangkan di Indonesia. Badannya kecil. Tinggi
gumba pada yang jantan 60 sentimeter hingga 65 sentimeter, sedangkan yang
betina 56 sentimeter. Bobot pada yang jantan bisa mencapai 25 kilogram, sedang
yang betina seberat 20 kilogram. Kambing kacang merupakan kambing lokal
Indonesia, memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi alam setempat
serta memiliki daya reproduksi yang sangat tinggi. Kambing kacang jantan dan
betina keduanya merupakan tipe kambing pedaging.
Beberapa jenis kambing kacang diantaranya
adalah sebagai berikut:
Ø Kambing kacang
Indonesia
Ø Kambing kacang
Malaysia
Ø Kambing kacang Fiji
Ø Kambing kacang marica
Ø Kambing kacang
Filipina
b.
Kambing Angora
Kambing angora asli berasal dari daerah Asia
Tengah. Kambing ini merupakan persilangan antara Capra aegagrus dengan Capra
fasconeri. Dipelihara terutama untuk produksi mohair yaitu bulu kambing yang halus
selembut sutera dan daging. Meskipun merupakan penghasil bulu, kambing ini
dapat pula dikembangkan menjadi ternak penghasil daging. Bobot kambing jantan
dewasa sekitar 55 – 80 kg, sedangkan betina sekitar 35 – 45 kg. Kambing angora
bisa hidup dengan baik di daerah tropic yang keadaannya kering.
c.
Kambing
Achondroplastik
Ternak ini tergolong kambing kerdil
berkaki pendek. Tingginya sekitar 50 cm, dan berat kambing dewasa sekitar 20
kg. penyebarannya terdapat di dekat jalur hutan
dan savana Afrika Barat dan Afrika Tengah. Kambing ini sangat baik
diternakkan di daerah tropis yang berhawa lembap karena mudah sekali
menyesuaikan diri dengan iklim setempat dan tahan terhadap trypanosomiasis.
Kambing kerdil ini merupakan kambing
pedaging dengan mutu daging yang baik. Bila dipelihara dengan baik mudah sekali
menghasilkan anak kembar dua atau tiga. Perkawinan hamper tak mengenal musim
karena bisa terjadi sepanjang tahun. Namun, pertumbuhan tubuhnya lambat.
d.
Kambing
Bari
Ternak ini tergolong
kambing kecil. Banyak terdapat di daerah Sind (Pakistan). Kambing dewasa
rata-rata beratnya 20 – 30 kg. Berat karkas 10 – 14 kg. Keunggulannya bersifat
prolifik, yaitu setiap kelahiran biasanya beranak kembar 2 – 3 ekor. Meskipun
kambing ini tergolong kecil, tetapi sangat cocok dikembangkan menjadi ternak
kambing penghasil daging.
e.
Kambing
Benggala Hitam
Kambing benggala hitam tergolong kambing kecil. Kambing ini
tersebar luas di Assam dan Bangladesh bagaian utara. Bobot dewasa kambing
pejantan hanya sekitar 13 kg dan betina 9 kg. Kambing ini terkenal sebagai
black bengal. Kambing ini merupakan ternak penghasil daging dengan produksi
susu yang sangat sedikit. Kambing ini menghasilkan dagingnya yang sangat enak,
lezat, dan lunak. Potensinya sangat besar untuk dikembangkan sebagai kambing
potong. Mutu kulitnya sangat bagus dan banyak digunakan bahan untuk membuat
sepatu.
f.
Kambing
Bligon
Kambing bligon atau gumbolo alias jawa randu merupakan
keturunan kambing ettawa dengan kambing kacang. Namun, persentase darah
kambing kacang lebih tinggi, yaitu lebih
dari 50%. Kambing ini memiliki moncong yang lancip, telinga tebal dan lebih
panjang dari kepalanya, leher tidak bersurai, sosok tubuh terlihat tebal, dan
bulu tubuhnya kasar.
Pemeliharaan kambing ini sangat mudah karena menyukai pakan
jenis apa saja, termasuk rumput-rumputan lapangan. Selain itu, anak yang
dilahirkan cepat besar sehingg sangat tepat kalau dipelihara untuk kambing
potong. Jenis kambing ini banyak tersebar di pantai utara Jawa seperti Cirebon
dan Semarang, juga banyak dipelihara di daerah Gunung kidul, Yogyakarta.
g.
Kambing
Creolo
Kambing
creolo merupakan ternak penghasil daging yang sangat popular di Amerika Latin
dan Tengah. Memiliki kemampuan hidup di daerah yang sangat kering. Bulunya
tipis, pendek, dan berwarna hitam atau cokelat, sering kali terdapat
bercak-bercak putih. Tanduknya melengkung dan telinga pendek serata tegak.
Kambing jantan memeliki janggut, sedangkan betina tidak memiliki janggut.
Tinggi gumba jantan sekitar 75 cm dan betina sekitar 65 cm. Berat hidup kambing
dewasa rata-rata 40-60 kg dengan tubuh yang gempal. Jumlah anak per kelahiran
1-2 ekor.
h.
Kambing
Gaddi
Kambing ini disebut
juga kambing dwiguna karena merupakan penghasil daging sekaligus bulu. Ia
tergolong dalam kambing berambut panjang. Bisa menghasilkan 0,5-1 kg rambut
kasar per ekor dengan panjang 17-25 cm.
Kambing gaddi dinamakan juga kambing himachal pradesh. Kambing ini banyak
terdapat di daerah pegunungan India Utara dan Pakistan.
i.
Kambing
Kashmir
Kambing ini tergolong ternak pegunungan.
Sangat cocok hidup di daerah pegunungan Asia Tengah seperti Tibet, Mongolia
Dalam, Kashmir, Iran, Turki, Kurdistan, Khirghizia, dan daerah sekeliling
Rusia. Ia mampu hidup di daerah kering pada ketinggian 3.600-4.200 m dpl. Berat
jantan dewasa sekitar 60 kg dan betina 40 kg untuk kambing asal Mongolia Dalam.
Kambing ini merupakan keturunan langsung dari kambing liar Capra falconeri.
Kambing gembrong yang terdapat di Bali diduga merupakan keturunan kambing
Kashmir.
Kambing Kashmir yang berwarna putih dapat menghasilkan bulu
123 g/ekor/tahun. Kambing Kashmir hitam menghasilkan bulu 175-200 g/ekor/tahun. Kambing putih bila
dipelihara di tempat yang memiliki suhu tinggi atau rendah akan hidup merana.
Namun, untuk kambing hitam lebih tahan dhidup di daerah ekstrem. Selain bulu,
kambing ini juga menghasilkan daging dan kulit.
j.
Kambing
Kerdil dari Cina Selatan
Kambing ini tergolong
kambing kerdil daerah tropic lembap. Berat jantan dewasa sekitar 30 kg,
sedangkan betina hanya 25 kg. Tergolong sebagai kambing pedaging karena hasil
susunya sangat sedikit, yaitu hanya 0,5 kg per hari. Ternak ini sangat sering
melahirkan anak kembar dua.
k.
Kambing
Spanish
Kambing
spanish atau La Mancha berasal dari Spanyol. Ternak ini memiliki ciri khas,
yaitu telinganya sangat pendek atau hampir tidak berdaun telinga. Berat jantan
dewasa sekitar 55-80 kg dan betina 35-40 kg. Warna bulu bermacam-macam dan
berbulu pendek. Kambing ini sangat tangguh dan mampu beradaptasi terutama untuk
produksi daging. Keunggulannya memiliki fisiologis reproduksi yang sangat khas,
yaitu dapat berkembangbiak pada musim gugur hingga musim dingin dalam setahun.
Hal ini memungkinkan kambing dapat beranak dan memproduksi daging sepanjang
tahun di daerah subtropis.
l.
Kambing
Kecil Afrika Timur
Kambing
kecil ini daerah Afrika Timur dan banyak dipelihara sebagai ternak penghasil
daging dan kulit. Penampilannya mirip kambing kacang yang terdapat di Indonesia.
Warna bulunya bermacam-macam, tetapi rata-rata berambut pendek. Tanduknya
kecil. Berat kambing dewasa rata-rata 30 kg. Keunggulan kambing ini sangat
prolific, yaitu sering melahirkan anak kembar.
m. Kambing Maxoto
Kambing ini dikenal pula dengan sebutan kambing nungfing.
Banyak diternak di Brazil bagian timur laut. Kambing ini diperkirakan berasal
dari keturunan portugis charnequeiro varietas elentejo, yaitu kambing potong
yang sangat populer di Portugis dan Spanyol. Kambing maxoto memiliki bulu berwarna
cokelat mudah atau cokelat kelabu kuning dengna garis-garis hitam di punggung
dan perut. Warna bulu muka dan kaki hitam. Hewan ini diternaka untuk diambil
kulit dan dagingnya. Berat kambing dewasa rata-rata 32 kg.
Induk betina bisa melahirkan tiga kali dalam dua tahun dan hampir 90% selalu
melahirkan kembar.
n.
Kambing Sahel
Kambing ini paling
cocok dikembangkan di daerah padang pasir yang kering, seperti di Sudan dan
Afrika Barat. Keunggulannya tahan panas dan lingkungan yang sangat kering
seperti sabana di pinggiran Gurun Sahara. Kambing ini merupakan ternak
penghasil daging dan kulit berkualitas tinggi disertai rambut yang pendek,
tetapi halus.
o.
Kambing Salt Range
Penyebaran kambing ini
meliputi daerah barat laut Pakistan, Rawalpindi, dan Mianwali. Kambing ini
unggul dalam menghasilkan daging dan bulu yang berambut panjang. Berat pejantan
bisa mencapai 40 kg. Kambing salt range yang berumur satu tahun, berat
karkasnya bisa mencapai 15-20 kg. hasil bulu per tahun mencapai 0,5-1 kg per
ekor.
p.
Kambing
Sirli
Jenis kambing ini banyak terdapat di daerah barat laut
Pakistan. Penyebaran ternak terutama di daerah pegunungan berat kambing dewasa
sektiar 35 kg. memiliki ukuran rambut panjang yang mencapai sekitar 25 cm.
q.
Kambing Somali
Kambing somali hampir semuanya berbulu putih halus. Kambing
jenis ini tergolong sebagai penghasil daging dan kulit. Keunggulannya berkulit
tipis, tetapi mutunya bagus. Berat kambing berkisar antara 20-30 kg. Kambing
ini banyak terdapat di Somalia, Afrika Timur.
2.
Jenis
Domba Penghasil Daging
Perdagangan ternak
Domba adalah salah satu kegiatan perniagaan yang tertua di Indonesia, Usaha ini
sudah berlangsung sejak jaman kerajaan dan dapat dilihat dari hal-hal yang
telah ditinggalkan pemerintah kolonial belanda yaitu berkembangnya peternakan
domba tersebut di daerah Jawa Barat, Peninggalan yang masih tersisa pada saat
ini adalah Domba Garut yang diduga merupakan adalah hasil kawin silang antara
domba priangan (lokal) dengan domba merino, tetapi ada juga yang mengatakan
bahwa domba garut adalah hasil perkawinan domba ekor tipis (lokal) dengan domba
merino dan setelah itu f1 nya dikawin silangkan lagi dengan domba ekor gemuk
asal Afrika secara berulang-ulang.
a. Domba
Garut
Domba Garut adalah domba asli indonesia yang mampu melahirkan
dua kali dalam periode waktu satu tahun, dapat dikatakan bahwa domba garut ini
memiliki sifat profilik karena dapat beranak lebih dari dua ekor anak domba
dalam 1 kali kelahiran. Domba garut sendiri dapat mempunyai bobot diatas
rata-rata jenis domba lokal lain yang ada di Indonesia. Domba garut jantan bisa
mencapai sekitar 60 hingga 80 kg lebih. sementara domba garut betina antara 30
sampai 50 kg lebih.
Ø Ciri-ciri domba garut pejantan:
- memiliki ciri khas bertanduk yaitu bertanduk,
- mempunyai karakteristik leher yang kuat berotot,
- memiliki variasi warna bulu putih, hitam dan cokelat serta bisa juga perpaduan antar ketiga warna tersebut.
Ø Ciri-ciri Domba garut betina:
- tidak memiliki tanduk melainkan hanya kecil saja.
Populasi Domba Garut terbesar adalah diprovinsi Jawa Barat
antara lain lokasinya misalnya Majalengka, Kuningan, Cianjur, Sukabumi,
Tasikmalaya, Bandung, Sumedang, Indramayu, Purwakarta dan wilayah Garut sendiri
pada khususnya. Hewan ini lebih sering dikenal masyarakat Jawa Barat sebagai
domba aduan yang sering dipertandingkan. Oleh masyarakat garut domba ini biasa
di pelihara dan dijadikan hewan kompetisi sebagai domba garut aduan yang telah
menjadi seni kebudayaan daerah Provinsi Jawa Barat.
b. Domba
Ekor Tipis
Domba ekor tipis merupakan jenis domba plasma nuftah asli
indonesia yang populasi-nya banyak dijumpai di berbagai wilayah Indonesia,
terutama di pulau jawa seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah. Domba ekor tipis
termasuk jenis ternak domba berukuran kecil, berat hidupnya domba dewasa hanya
berkisar rata-rata 20 s/d 30 kg. Dengan bulu yang berwarna putih dan pada
umumnya domba ekor tipis memiliki bercak hitam di sekitar mata.
Berikut adalah ciri-ciri domba ekor tipis pada umumnya,
sebagai tanda yang dapat digunakan untuk mengenali domba ini:
· Pada umumnya domba ekor tipis jantan
memiliki tanduk dengan bentuk melingkar.
· Sementara pada domba betina tidak
memiliki tanduk.
· Bulunya relatif kasar dan tidak
bagus sebagai bahan wol karena tidak tumbuh diseluruh tubuh.
· Memiliki sifat prolific atau dapat
melahirkan anak kembar 2 bahkan sampai 5 ekor dalam sekali melahirkan.
· Cocok diternak sebagai domba
penghasil daging, yang biasa disebut domba pedaging atau domba potong.
c. Domba
Ekor Gemuk
Domba Ekor Gemuk atau
disebut juga domba sapodi adalah domba yang berasal dari Indonesia asli, tempat
plasma nutfah-nya atau genetik-nya sebagian besar berasal dari Kepulauan Sapodi
di Madura dan populasi-nya banyak terdapat di sepanjang pantai utara sebelah
timur wilayah Indonesia yang mencakup Jawa timur dan Madura serta Lombok hingga
Sulawesi. Ada juga yang beranggapan bahwa domba ini asal mulanya dari daerah
Asia Selatan, daerah Asia Barat dan daerah Afrika Selatan. Domba ekor gemuk
disingkat menjadi “DEG”, pada mulanya dibawa oleh pedagang arab ke Indonesia,
domba ini genetik asal mulanya hingga sekarang belum diketahui proporsi-nya.
d. Domba Black Belly Barbados
Domba Black Belly Barbados adalah jenis domba yang
diternakkan dan dikembangkan di daerah Karibia. Ada kemungkinan bahwa domba ini
merupakan keturunan dari Domba Afrika. Domba ini dikembangbiakkan untuk
diambil dagingnya. Domba Black Belly Barbados juga dikembang biakkan di
Amerika. Di Amerika domba ini disilangkan dengan jenis domba Mouflon dan Rambouillet
, persilangan dari keduanya menghasilkan jenis domba yang hampir sama dengan
domba black belly berbados tapi memiliki tanduk. Domba Black Belly Barbados
hasil dari persilangan merupakan domba yang memiliki stamina yang baik sehingga
tahan terhadap cuaca panas, domba ini tidak memiliki rambut jenis wool yang
tebal, tapi hanya rambut biasa yang kasar.
Domba Black Belly Barbados berkembang biak sepanjang tahun,
namun perkembangannya lebih lambat jika dibandingkan dengan domba lain. Mereka
sangat toleran terhadap penyakit dan parasit. Domba ini memiliki rentang warna
dari coklat muda sampai merah mahoni gelap, dengan garis-garis hitam di wajah
dan hitam kaki, perut, daerah inguinal, dagu, dan dada.
e.
Domba
Rambouillet
Domba rambouillet adalah jenis domba pedaging yang berasal
dari Perancis, domba ini disebut juga sebagai domba merino Perancis. Domba
jenis ini adalah type domba dwiguna atau bisa dibilang bahwa domba ini dapat
diternak sebagai domba pedaging dan domba penghasil wol. Domba rambouillet ini
sudah mengalami perubahan fisik dan telah dapat beradaptasi dengan baik dengan
di berbagai lingkungan. Domba ini memiliki ciri-ciri antara lain, memiliki
ukuran badan yang besar, dalam, lebar dan padat, serta memiliki tulang yang
kuat, berkepala tegak, dan domba jantan memiliki tanduk yang berukuran besar,
Lain hal dengan yang betina tidak memiliki tanduk.
f. Domba
Southdown
Domba Southdown pada awalnya
dikembang biakkan di Sussex, Belanda selama akhir tahun 1700 dan awal tahun
1800. Domba southdown sangat cocok untuk peternakan produksi daging dan wol.
Domba southdown Ini adalah jenis domba yang berukuran kecil dengan warna
abu-abu dengan wajah dan kaki bagian bawah berwarna cokelat dan pada bagian
kepala domba ini tidak memiliki tanduk. Domba southdown jenis domba dengan
tingkat produksi daging yang baik, selain itu Domba southdown adalah jenis
domba dengan tingkat produki susu rata-rata saja. Domba southdown unggul dalam
kemampuan mereka untuk menghasilkan karkas daging domba yang banyak meski
diternakkan di rumah peterakan yang panas. Domba southdown dapat beradaptasi
dengan berbagai iklim termasuk iklim yang basah.
Bobot dewasa Domba southdown antara 86 hingga 104 kg,
sementara Domba southdown betina sedikit lebih kecil dengan bobot antara 59
hingga 81 kg.
g. Domba
Dorset
Domba Dorset adalah jenis domba yang
berasal dari negara Inggris dan jalur masuknya ke negara Indonesia adalah
melalui negara Australia terlebih dahulu, Domba dorset sendiri adalah domba
yang biasa diternak sebagai domba pedaging yang bagus, selain itu domba ini
juga diternak sebagai domba penghasil wol, namun domba dorset ini kemampuannya
dalam memproduksi wol adalah tergolong sedang saja, sehingga domba ini lebih
banyak di pelihara sebagai usaha ternak domba pedaging. Dan umumnya domba
Dorset ini baik jantan maupun betina semuanya memiliki sepasang tanduk yang
melingkar.
B. Produksi Susu kambing
Selain daging kambing yang berpotensil
untuk dikembangkan adalah susu kambing, pemasaran produk asal ternak kambing memiliki
prospek yang cerah serta diharapkan dapat menjadi alternative bagi produk susu
sapi yang selama ini mayoritas dikonsumsi oleh mayarakat. Pemasukan dan
pengeluaran ternak di Indonesia yang terbagi dalam beberapa wilayah Propinsi
menggambarkan dinamika pengeluaran dan pemasukan ternak yang berada di setiap
wilayah menujukkan yang sangat siginifikan untuk mendukung perkebangan populasi
dan menjamin keberhasilan impor ternak ke luar negeri, hal ini perlu dikethaui guna
menghitung neraca pemasukan dan pengeluaran ternak, dinamkia dalam tataniaga
perdagangan bebas cukup akurat, bila dilihat pemasukan atau pengeluaran ternak
ke setiap wilayah dapat teridentivikasi dan tercatat dengan jelas.
Ø Jenis kambig yang menghasilkan susu
:
1. Kambing
Etawa
2. Kambing
Alpines
3. Kambing
Saanen
4. Kambing
Toggenburg
5. Kambing
Anglo-Nubian
6. Kambing
Beetal
7. Kambing
Appenzel
8. Kambing
Pygmy
9. Kambing Bionde Dell’adamello.
Jenis kambing diatas adalah kambing penghasil susu yang
dapat diternakkan, Tetapi tidak semua kambing diatas dapat dikembang biakkan di
Indonesia ada beberapa jenis kambing tersebut yang tidak ada di indonesia. Yang
paling populer dikembangbiakkan di indoneisia sebagai kambing penghasil susu
adalah jenis kambing etawa.
Selain difungsikan sebagai kambing penghasil susu, jenis
kambing diatas juga biasanya digunakan untuk kambing pedaging apabila stok
kambing pedaging disebuah daerah kehabisan stok. Memelihara jenis kambing
penghasil susu sedikit berbeda dengan memelihara jenis kambing pedaging
biasanya. Karena jebis kaming ini tidak hanya memerlukan asukan makanan yang
cukup tetapi semua nutrisi yang dibutuhkan harus terpenuhi, untuk menghasilkan
kualitas susu yang bagus.
Ø Manfaat
dari susu kambing jika dikonsumsi manusia yaitu:
1. Dapat memperbaiki sistem pencernaan
dalam tubuh
2. Menyehatkan kulit
3. Dapat menyembuhkan penyakit TBC dan
Asma
4. Menguatkan tulang
5. Menurutkan berat badan dan masih
banyak lagi manfaat yang diperoleh jika mengkonsumsi susu kambing
Populasi jenis kambing penghasil susu di Indonesia
kebanyakan yaitu kambing etawa seperti yang sudah saya tuliskan diatas. Tetapi
juga tidak sedikit dari peternak kambing di Indonesia memilih kambing beetal
untuk dijadikan kambing peghasil susu.
Ø Macam – Macam Domba Perah
1. Domba
Basco-béarnaise
Domba Basco-béarnaise juga dikenal sebagai domba Vasca
Carranzana. Domba ini adalah domba yang banyak dikembang biakkan di Negara
Basque , merupakan hasil dari persilangan domba asli Basque dan Béarnaise,
disilangkan mulai tahun 1960 dengan satu tujuan, yaitu diambil susunya atau
sebagai domba perah.
Asal usul domba ini adalah domba yang merupakan
keluarga keturunan dari domba Pyrénées. Domba ini mempunya bulu yang
berupa jenis wool, bulu woolnya panjang dan menggantung. Bentuk tanduknya
spiral dan menggantung di seputar telinga. Kepala dan kakinya berwarna
kuning kemerahan. Domba jantan dewasa beratnya sampai dengan 80kg dan tingginya
dapat mencapai 90cm, sedangkan domba betina dapat tumbuh dengan berat 55kg dan
tinggi 75cm. Domba ini dapat menghasilkan susu sebanyak 120liter selama masa
laktasi 130hari. menghasilkan susu yang kaya matière Grasse (7,42%) dan protein
(5,39%).
2. Suffolk
Domba Suffolk berasal dari Inggris, pengimporannya ke
Amerika Serikat pertama kai terjadi pada sekitar tahun 1880.Muka dan kakinya
yang hitam merupakan cirri khas domba Suffolk ini.Suffolk merupakan bangsa
domba yang sangat besar, tahan panas dan sangat tangguh, dan dapat beradaptasi
dengan baik, dan merupakan penghasil anak yang baik pula. Domba betina dari
bangsa ini juga merupakan penghasil susu yang baik sekali. Selain itu Suffolk
juga merupakan salah satu domba yang memiliki sifat agresif.
C. Produksi Wol
Kambing angora pada
mulanya berasal dari wilayah Asia Tengah. Kambing ini merupakan hasil
persilangan kambing capra egagrus dengan kambing capra fasconeri. Kambing
angora dipelihara terutama untuk memproduksi bulu, atau mohair yaitu bulu
kambing yang halus, halus dan lembut.
1.
Domba
Morino
Domba
merino telah dikenal banyak oleh masyarakat dunia karena produksi bulu yang
berkualitas. Domba merino ini memiliki bulu terbaik diantara sekian banyak bulu
domba yang lainnya. Domba merino ini memiliki bulu yang sangat bagus sebagai
bahan baku pembuatan kain wol karena bulu yang dimilikinya panjang dan tebal.
Domba ini berasal dari daerah asia kecil dan populasi-nya telah banyak tersebar
ke banyak belahan dunia. Domba ini sangat cocok dengan habitat negara-negara
yang memiliki 4 musim seperti halnya negara Belanda, Australia, Inggris,
Spanyol dan Prancis, domba merino tidak cocok terhadap iklim yang panas dan
terlalu lembap, sehingga domba ini kurang cocok diternakkan di daerah tropis
seperti indonesia pada umumnya.
Ø Berikut adalah ciri-ciri dari domba Merino
:
- Domba merino jantan memiliki tanduk.
- Sementara domba merino betina tidak bertanduk.
- Tergolong domba dengan ukuran badan yang sedang.
- Domba merino jantan dewasa dapat mencapai bobot antara 70 s/d 80 kg, sementara merino betina antara 50 s/d 60 kg.
Pada
mulanya, semua domba merupakan domba liar. Sekitar tahun 10.000 SM domba mulai
diternakkan oleh manusia. Sebagian besar galur domba wol (wool sheep) berasal
dari domba Mouflon. Sebagian besar trah domba bulu (hair sheep) berasal dari
domba Urial. Sebelum domestikasi domba, anjing dan rusa sudah dijinakkan
manusia.
Setelah
domba dipelihara dalam kondisi diternakkan, domba mulai mengalami beberapa
perubahan. Pada bagian luar, domba mulai mengalami pertumbuhan lebih banyak
rambut wol daripada rambut bulu. Warna wol dan bulu berubah dari coklat dan
coklat muda menjadi putih dan hitam. Telinga domba juga menjadi lebih terkulai
dan kurang tegak. Tanduk domba yang terdapat pada domba liar semakin menyusut
dan hilang pada kebanyakan trah domba ternak. Pada bagian dalam juga terjadi
perubahan pada domba. Perubahan internal ini terjadi pada bagian muka maupun
belakang badan domba. Ekor domba jadi lebih sedikit tulangnya daripada domba di
zaman kuno. Domba sekarang juga lebih kecil otaknya dibandingkan dengan domba
12.000 tahun yang lalu.
Domba
diternakkan untuk mendapatkan beberapa manfaat yang masih berlaku sampai
sekarang. Pada mulanya domba diternakkan untuk mendapatkan daging, kulit, susu
dan wol. Sekarang domba masih digunakan dengan tujuan pokok yang sama ditambah
lagi dengan berbagai tujuan lainnya. Produk sampingan domba banyak digunakan
pada berbagai macam produk yang kita gunakan sehari-hari.
Berat lahir domba berkisar 2,5 sampai 4 kg per ekor. Jumlah rata-rata anak domba yang dilahirkan seekor domba betina 1,1 sampai 1,4 ekor domba per tahun. Anak domba yang baru lahir akan menyusu pada induknya selama 2 sampai 3 bulan. Sekitar 15 ekor domba memerlukan padang rumput seluas 1 hektar.
Berat lahir domba berkisar 2,5 sampai 4 kg per ekor. Jumlah rata-rata anak domba yang dilahirkan seekor domba betina 1,1 sampai 1,4 ekor domba per tahun. Anak domba yang baru lahir akan menyusu pada induknya selama 2 sampai 3 bulan. Sekitar 15 ekor domba memerlukan padang rumput seluas 1 hektar.
Dilihat
dari penutup badannya, domba terbagi menjadi beberapa kategori: domba wol
halus, domba wol sedang, domba wol panjang, domba wol karpet, dan domba bulu.
Domba wol halus adalah domba yang menghasilkan wol bermutu paling tinggi. Yang
termasuk dalam kategori ini adalah domba Merino galur murni seperti domba
Merino Spanyol, domba Cormo Amerika, domba Merino Booroola, domba Debouillet,
domba Merino Delaine, dan domba Rambouillet. Domba Merino mampu beradaptasi
dengan lingkungan gersang dan semi-gersang. Domba Merino memiliki naluri
berkelompok yang sangat kuat. Domba penghasil wol halus ini merupakan lebih
dari 50 persen dari populasi domba di seluruh dunia. Domba wol halus banyak
terdapat di Australia, Afrika Selatan, Amerika Selatan, dan Amerika Serikat
Bagian Barat.
Domba
wol sedang adalah domba yang menghasilkan wol berkualitas sedang. Domba yang
masuk dalam klasifikasi domba wol sedang adalah segala jenis domba peranakan
domba Merino. Domba wol sedang biasanya dijadikan sebagai domba ternak untuk
tujuan ganda, yaitu penghasil wol kualitas sedang dan penghasil daging. Domba
wol sedang yang paling terkenal di Amerika Serikat adalah domba Suffolk, domba
Dorset, dan domba Hampshire. Domba wol sedang merupakan 15 persen dari seluruh
populasi domba di dunia.
Domba
wol panjang adalah domba yang menghasilkan wol yang kasar dan kuat dengan
panjang 12 inci per tahun. Domba wol panjang paling cocok hidup di daerah
beriklim sejuk, bercurah hujan tinggi, dan terdapat pakan hijauan yang
melimpah. Domba yang diklasifikasikan domba wol panjang adalah berbagai jenis
domba Inggris. Domba Border Leicester, domba Coopworth, domba Costwold, domba
Lincoln, domba Perendale, dan domba Romney termasuk dalam golongan domba wol
panjang. Domba wol panjang banyak diternakkan di Inggris, Skotlandia, Selandia
Baru, dan Kepulauan Falkland.
Domba
wol karpet adalah domba yang menghasilkan wol yang paling kasar dan paling
rendah kualitasnya. Wol jenis ini biasa digunakan untuk pembuatan karpet.
Rambut domba wol karpet terdiri dari rambut dalam dan rambut luar. Rambut luar
domba wol karpet berupa wol yang panjang dan kasar sebagi pelindung terhadap
cuaca lingkungan yang ekstrem. Contoh domba yang dikategorikan sebagai domba
wol karpet adalah domba Islandia, domba Karakul, domba Navajo Churro, dan domba
Skotlandia Muka Hitam.
Berdasarkan
klasifikasi domba wol di atas, domba asli Indonesia, yaitu domba kampung atau
domba ekor tipis nampaknya termasuk dalam kategori domba wol karpet. Hal ini
terbukti dari kenyataan bahwa rambut domba ekor tipis berupa wol kasar dan
tidak mengalami peluruhan alami. Karena peternak tradisional biasanya tidak
pernah mencukur rambut wolnya, rambut domba ekor tipis umumnya terlihat kusut
dan bergumpal-gumpal.
Domba
bulu (hair sheep) adalah domba yang rambutnya bukan berupa wol tapi seluruhnya
berupa bulu. Dari pengamatan visual, rambut bulu pada domba bulu ini terlihat
seperti rambut bulu pada kambing. Namun demikian, domba yang sebagian rambutnya
berupa wol tapi sebagian besar rambutnya berupa bulu juga dimasukkan dalam
kategori ini. Domba yang rambutnya merupakan perpaduan rambut bulu dan rambut
wol ini akan mengalami peluruhan alami rambut wolnya secara berkala sehingga
tidak perlu dicukur.
Ketiga
jenis domba liar yang menjadi nenek moyang domba ternak, yaitu domba Argali,
domba Urial, dan domba Mouflon, termasuk kelompok domba bulu. Sebagian besar
domba bulu ternak terdapat di Afrika dan kawasan Karibia. Meskipun demikian,
domba bulu juga ditemukan di daerah beriklim sedang di Amerika Serikat dan
Kanada. Beberapa contoh domba bulu ternak yang terkenal adalah domba Dorper,
domba Katahdin, domba Barbados Perut Hitam, domba Barbado atau disebut juga
domba Amerika Perut Hitam (American Blackbelly), domba Pelibuey, dan domba
Damara.
Domba
bulu merupakan 10 persen dari populasi domba di seluruh dunia. Namun demikian,
populasi domba bulu terus berkembang dengan sangat pesat karena peternak di
Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya semakin
banyak yang lebih suka memelihara domba bulu daripada domba wol karena dua
pertimbangan utama: pertama, biaya pencukuran wol semakin mahal tapi harga jual
wol semakin menurun, dan kedua, domba bulu tidak memerlukan pencukuran sama
sekali sehingga lebih efisien.
III.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil
pembahasan meteri diatas maka disimpulkan sebagai berikut:
1. Produksi
daging kambing domba adalah suatu upaya para peternak yang dapat memelihara
ternaknya dengan hasil produktivitas daging yang ideal dalam kebutuhan sumber
protein hewani.
2. Susu kambing merupakan susu yang dihasilkan
oleh kambing betina setelah melahirkan. Susu kambing merupakan peningkatan
kemampuan untuk menyerap zat besi dan tembaga, terutama pada orang yang memiliki
system pencernaan yang terganggu.
3. Wol
adalah serat yang diperoleh dari rambut hewan dari keluarga caprinae, terutama
domba dan kambing.
B. Saran
Kambing dan domba
merupakan ternak yang dapat menghasilkan anak 3 kali dalam dua tahun. Agar
produksi daging, susu, dan wol pada kambing domba perlu adanya peningkatan
manajemen pemeliharaan yang dapat menghasilkan produk dari hasil ternak.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonym, 2012. Fakta Mengenai Domba. http://area-peternakan.bolgspot. co.id/2011/02/fakta-mengenai-domba.html.
Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan. 2012. Buku Statistik Peternakan 2012. Dinas Peternakan dan Kesehatan
Hewan. Propinsi Lampung
Haryono,
B.Tiesnamurti, B. Setiadi, S.P. Ginting dan C, Thalib. 2011. Penyediaan Bibit
Unggul Ruminansia Kecil yang Dihasilkan Badan Litbang Pertanian. Prosiding
Workshop Nasional Diversifikasi Pangan Daging Ruminansia Kecil. Puslitangnak
bekerjasama dengan Puslitbangbun Jakarta 15 Oktober 2012, hal, 3-16.
Soedjana, Tjeppy D. 2011.
Peningkatan Konsumsi Daging Ruminansia Kecil Dalam Rangka Diversifikasi Pangan
Daging Mendukung PSDSK 2014. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan
Peternakan.
Sutama,I.K.
I.G.M.Budiarsana, H.Setianto and A.Priyanti. 1995. Productiv and reproductive,
performance of young Peranakan Etawah does JITV 1 (2) : 81-85.
Thalib, A.,Y. Widiawati, W. Puastuti
and firsoni. 2011. Use a chamber method to verify the effectiveness of a
complete rumen modifier reducing the enteric methane on ruminants. Submitted.
Proc. of 6th Int. Symp. on Non-CO2 Greenhouse Gas (in press)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar