LAPORAN
KESEHATAN TERNAK
(Teknik
Pengambilan Sampel Darah Ayam)

Oleh:
NAMA : LA RABIA
STAMBUK : L1A1 13 141
KELAS : C
KELOMPOK : I (Satu )
ASISTEN : ZAINUDDIN
JURUSAN
PETERNAKAN
FAKULTAS
PETERNAKAN
UNIVERSITAS
HALU OLEO
KENDARI
2015
1. PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Bagi negara yang beriklim tropis
seperti Indonesia dengan keadaan cuaca yang panas sangat kering atau lembab
akan mempengaruhi status kesehatan ternak. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan ternak adalah dengan
mengontrol dan mengatur tata laksana kesehatan ternak, antara lain dengan
pemeriksan kesehatan ternak melalui pengamatan tingkah laku ternak, pemeriksaan
fisik tubuh ternak dan pemeriksaan kondisi fisiologis ternak. Penyakit pada
ternak yang tersebar sekarang ini banyak disebabkan oleh parasit, baik
endoparasit maupun ektoparasit.
Dalam pengelolahan suatu perternakan
maka pemeriksaaan kesehatan terhadap ternak secara teratur pada waktu tertentu sangat bermanfaat sekali. Terutama usaha pemcegahan penyakit
endoparasit, karena kasus ini bila
dibiarkan maka perjalanan penyakitnya berjalan kronis dan ternak lambat lalu
kondisinya akan turun. Pemeliharaan hewan ternak dalam menentukan penyakit kita
dapat mengambil sample darah ayam untuk diamati dalam mikroskop. Teknik
pengambilan sampel darah hewan ternak (unggas), dapat di lakukan pengambilan
sample pada bagian sayap.
Dalam
pemeliharaan ternak,salah satu faktor penghambat yang sering dihadapi adalah
penyakit. Bahkan tidak jarang peternak mengalami kerugian dan tidak lagi
berternak akibat adanya kematian pada ternaknya. Upaya pengendalian penyakit
pada hakekatnya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan melalui cara
pemeliharaan yang baik sehingga peternak memperoleh pendapatan secara maksimal.
Upaya pengendalian penyakit dapat dilakukan melalui usaha pencegahan penyakit
atau pengobatan pada ternak yang sakit. Namun demikuan usaha pencegahan dinilai
lebih penting dibandingkan pengobatanya.
Ternak adalah hewan
yang dengan sengaja dipelihara sebagai sumber pangan,
sumber bahan baku industry dalam kebutuhan protein manusia. Usaha pemeliharaan
ternak disebut sebagai peternakan dapat mendapatkan
nilai tambah dalam kebutuhan finansial.
1.2
Tujuan
dan Manfaat
Tujuan praktikum
kesehatan ternak khususnya pengambilan dara pada unggas adalah untuk mengetahui
metode pengambilan darah ayam bagian vacuum tube sayap dengan menggunakan
spoit.
Manfaat praktikum
kesehatan ternak adalah mahasiswa dapat mengetahui dan memahami metode
pengambilan sampel darah ayam dengan menggunakan spoit.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Ayam
Kampung
Pengamatan performans unggas dapat diperhatikan keadaan umum ternak, status gizi, kulit,
bulu, leleran dari liang-liang tubuh, adanya tumor/bentukan abnormal lainnya,
keadaan mata, pial, cuping telinga, keadaan daerah kloaka apakah kotor,
berdarah, luka (Sujionohadi, 2004).
Secara umum keadaan
luarnya yaitu ayam terlihat kurus, kepala dan leher menekuk, lemah, pial biru
dan jatuh, mengantuk, respirasi meningkat serta feses yang encer berwarna hijau
keputihan. Pada ternak jenis unggas cenderung mudah terserang penyakit dibandingkan
dengan ternak ruminansia karena penularannya. Penularan terutama melalui udara
dalam kandang ayam, bulu, debu kandang, tinja, air liur. Ayam terinfeksi mengandung virus dalam
darah untuk waktu yang lama dan menjadi sumber infeksi bagi ayam yang rentan. Penularan melalui telur tidak menciri
(Fadilah et al, 2004).
Pemeriksaan kondisi kesehatan ayam
dapat pula dengan melihat serum dalam darah. Pada pemeriksaan darah digunakan
darah yang diambil dari vena sayap yang kemudian diletakkan dalam tabung berisi
EDTA sebagai antikoagulan, untuk kemudian diperiksa di laboratorium patologi
klinik untuk melihat sifat kimia darah tersebut serta untuk untuk pemeriksaan
diferensial leukosit pada darah (Tabbu, 2000).
Pertama-tama cari titik pada tubuh ternak yang banyak mempunyai
pembuluh darah sehingga akan mempermudah dalam pengambilan darah. Bagian
tersebut sebelumnya perlu dibersihkan dengan alkohol. Pembersihan tersebut
berfungsi untuk menghindarkan dari adanya bakteri (sterilisasi). Selain untuk
sterilisasi, pembersihan dengan alkohol dapat meminimalisir terjadinya
infeksi pada ternak setelah dilakukan pengambilan sampel darah. (Ardana, 2009)
Jarum
yang merupakan alat suntik yang digunakan dalam pengambilan sampel darah ini
memepunyai bermacam-macam ukuran. Ukuran tersebut telah disesuaikan dengan
tempat pengambilan sampel darah supaya jarum tersebut tepat sasaran dan tidak
melukai bagian yang lain. Apabila jarum tersebut tidak sesuai dengan ukuran
tempat pengambilan sampel darah, maka pengambilan sampel darah akan sulit
dilakukan. (Ardana, 2009)
2.2 Spoit/Alat Suntik
Alat suntik diposisikan secara tepat ketika pengambilan sampel
darah. Bagian jarum yang runcing berada di bawah (posisi jarum menengadah
ke atas) sehingga fungsinya berjalan dengan baik yaitu untuk menngambil darah
supaya terhisap oleh tabung hisap. Selain itu, ujung jarum usahakan masuk atau
tertutupi sehingga darah akan mudah masuk pada jarum tersebut. Alat suntik
tersebut di suntikkan berlawanan arah dengan pembuluh darah dan di
masukkan dengan lurus tidak keluar dari pembuluh darah. (Ardana, 2009).
Pada saat jarum suntik telah masuk ke dalam pembuluh darah
ternak, di usahakan jangan menggerakan alat suntik karena bisa merobek pembuluh
darah pada ternak dan dapat mengakibatkan pembengkakan pada bagian
tersebut akibat pembuluh darahnya pecah. Apabila itu terjadi, maka dapat
membahayakan ternak dan kesehatan ternak akan terganggu akibat rasa sakit yang
ditimbulkan dari daerah yang membengkak tersebut. Terdapat dua metode untuk
mengambil sampel darah pada ternak yaitu dengan menggunakan vacuum tube dan
dengan menggunakan suntikan. (Ardana, 2009)
III.
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal
13 Desember 2015 Pukul 16:00 Wita di
Kandang Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kendari.
3.2
Alat dan Bahan
Alat yang diggunakan dalam praktikum ini dapat dilihat
pada Tabel 1.
Tabel
1.
Alat beserta kegunaan yang digunakan dalam praktikum.
|
No
|
Alat
|
Kegunaan
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
Spuit
Jarum
suntik
Tabung
Alat
tulis
Hp
kamera
|
Sebagai
penyedot darah
Sebagai
media penusuk dalam pembuluh darah
Tempat
penampungan darah sementara
Mencatat
hasil pengamatan
Dokumentasi
|
Bahan yang
digunakan dalam praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Bahan beserta kegunaan yang digunakan dalam
praktikum.
|
No.
|
Bahan
|
Kegunaan
|
|
1.
|
Ayam
kampung
|
Sebagai
bahan pengamatan
|
3.3
Prosedur Kerja
Berdasarkan kerja yang dilakukan pada
praktikum pengambilan sampel darah adalah sebagai berikut:
1.
Menyiapkan ayam dalam posisi berbaring sambil dipegang.
2.
Praktikan menahan kepala ayam ke satu sisi dan membuka sayap.
3.
Membersihkan bagian bulu sayap yang akan ditusuk dengan jarum suntik.
4.
Darah diambil dengan cara menusukkan jarum di vena pectoralis yang berada dibawah
sayap.
5.
Menampung darah menggunakan vacum tube sesuai kebutuhan.
6. Menggoncang darah dalam vacum tube agar tidak
terjadi pembekuan darah.
IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
|
No.
|
Pengamatan
|
Keterangan
|
|
1.
2.
|
Ayam
kampung
Darah
ayam
|
Bahan pengamatan
Sampel pengamatan
|
Hasil pengamatan dari demonstrasi
praktikum pengambilan darah pada ternak ayam dapat diperoleh beberapa informasi
singkat, yaitu pengambilan sampel darah ternak merupakan salah satu hal penting
dalam bidang peternakan, pengambilan sampel darah ternak harus dilakukan secara
cermat dan hati-hati agar tidak menyebabkan hal yang membahayakan ternak
tersebut dan ada dua cara pengambilan sampel darah pada ternak yaitu dengan
menggunakan vacum tube dan dengan menggunakan suntikan. pengambilan sampel
darah dilakukan pada vena pectoralis yang berada di bawah sayap. jarum suntik
langsung dimasukkan ke vena pectoralis dengan posisi jarum yang runcing berada
di bawah. Ujung jarum suntik disarankan masuk ke dalam vena tetapi tidak sampai
melukai bagian yang lain. Arah jarum suntik harus tepat sasaran. Darah yang
diperoleh ditampung sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.
4.2
Pembahasan
Pengambilan darah (venesectio)
merupakan salah satu hal yang terpenting dari kegiatan peternakan. Tujuan
pengambilan darah ternak yaitu untuk mengetahui tingkat kadar suatu zat yang
terkandung dalam darah ternak tersebut. Pengambilan sampel darah ternak
dapat juga di gunakan untuk mengidentifikasi suatu penyakit yang menyerang atau
diderita ternak tersebut. Pengambilan sampel darah pada ternak tidak bisa di
lakukan dengan cara sembarangan, di perlukan kecermatan dan ketelitian yang
tinggi. Terdapat dua metode untuk mengambil sampel darah pada ternak yaitu
dengan menggunakan vacuum tube dan dengan menggunakan suntikan.
Pada dasarnya tekhnik pengambilan sampel darah pada berbagai
jenis ternak hampir sama. Perbedaan yang mendasar hanya pada tempat pengambilan
sampel darah dan ukuran jarum yang digunakan. Namun pada prosedur dan tehniknya
hampir sama. Posisi ternak yang akan diambil sampel darahnya harus dalam posisi
yang nyaman dan kondisi ternak tenang. Selain akan mempermudah dalam
pengambilan sampel darah, juga akan lebih meminimalisir rasa sakit pada ternak
dan hal tersebut merupakan salah satu kaidah “animal welfare” atau yang biasa
di sebut kesejahteraan hewan. Untuk sebagian ternak yang ukuran tubuhnya agak
besar sehingga susah untuk diposisikan dalam posisi yang tepat, maka bisa
digunakan penjepit atau kerangka. Namun untuk ternak yang ukuran tubuhnya kecil
maka cukup dipegang oleh praktikan pada bagian tertentu.
Pertama-tama cari titik pada tubuh ternak yang banyak
mempunyai pembuluh darah sehingga akan mempermudah dalam pengambilan darah.
Bagian tersebut sebelumnya perlu dibersihkan denagan mencabut bulu sayap.
Pembersihan tersebut berfungsi untuk menghindarkan dari adanya rasa sakit
ketika memasukkan jarum suntik dibagian pembuluh darah. Selain dari pembersihan
bulu, ayam dapat meminimalisir terjadinya infeksi pada ternak setelah dilakukan
pengambilan sampel darah. Jarum yang merupakan alat suntik yang digunakan dalam
pengambilan sampel darah ini memepunyai bermacam-macam ukuran. Ukuran tersebut
telah disesuaikan dengan tempat pengambilan sampel darah supaya jarum tersebut
tepat sasaran dan tidak melukai bagian yang lain. Apabila jarum tersebut tidak
sesuai dengan ukuran tempat pengambilan sampel darah, maka pengambilan sampel
darah akan sulit dilakukan.
Alat suntik diposisikan secara tepat ketika pengambilan
sampel darah. Bagian jarum yang runcing berada di bawah (posisi jarum
menengadah ke atas) sehingga fungsinya berjalan dengan baik yaitu untuk
menngambil darah supaya terhisap oleh tabung hisap. Selain itu, ujung jarum
usahakan masuk atau tertutupi sehingga darah akan mudah masuk pada jarum
tersebut. Alat suntik tersebut di suntikkan berlawanan arah dengan pembuluh
darah dan di masukkan dengan lurus tidak keluar dari pembuluh darah. Pada saat
jarum suntik telah masuk ke dalam pembuluh darah ternak, di usahakan jangan
menggerakan alat suntik karena bisa merobek pembuluh darah pada ternak dan
dapat mengakibatkan pembengkakan pada bagian tersebut akibat pembuluh darahnya
pecah. Apabila itu terjadi, maka dapat membahayakan ternak dan kesehatan ternak
akan terganggu akibat rasa sakit yang ditimbulkan dari daerah yang membengkak
tersebut. Darah diambil secukupnya sesuai dengan kebutuhan. Alangkah baiknya
jika melakukan kesalahan pada saat pengambilan sampel darah sehingga
menyebabkan terjadinya bengkak maka untuk selanjutnya bisa mencari titik lain
yang tidak berdekatan dengan daerah yang bengkak untuk mengurangi rasa sakit
pada ternak.
V.
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
1.
Pengambilan darah (venesectio)
merupakan salah satu hal yang terpenting dari kegiatan peternakan.
Pengambilan sampel darah ternak dapat juga di gunakan untuk mengidentifikasi
suatu penyakit yang menyerang atau diderita ternak tersebut.
2.
Terdapat dua metode untuk mengambil sampel darah pada ternak yaitu dengan menggunakan
vacuum tube dan dan menggunakan suntikan.
3.
Darah adalah alat pengangkut zat-zat makanan dalam tubuh. Darah merupakan homoglobin
cairan terdiri atas plasma, sel-sel merah dan putih yg mengalir dl pembuluh
darah binatang.
5.2
Saran
Pengambilan darah ayam
dilakukan dengan menggunakan spoid bersih dan kering. Dalam pengambilan darah
harus terampil dan berhai-hati agar darah tidak menggumpal. Baikanya dalam
praktikum pengambilan darah, asisten dapat mengawasi praktikannya dalam
pengambilan sampel dengan benar dan terampil agar praktikan dapat memahami
metode pengambilan darah terampil.
DAFTAR
PUSTAKA
Alfinus. 2012.
Introduction to Laboratory Animal. Pergamon Press.
Fadilah, Roni
Polana, Agustin. 2004. Aneka Penyakit Pada Ayam dan Cara Mengatasinya.
Agromedia Pustaka, Jakarta.
Hadi, U. K dan Saviana, S. 2000. Ektoparasit:
Pengenalan, Diagnosis, dan
Pengendaliannya. Institute Pertanian Bogor, Bogor.
London Ardana. 2009.
Pengambilan Darah pada Unggas. DGC Press. Bandung.
Saraswati.
2007. Principles of Animal Experiments. Academic Press. London.
Sujionohadi, Kliwon dan Ade Iwan Setiawan. 2004. Ayam
Kampung Petelur. Penerbit Swadaya, Jakarta.
Suprijatna, Edjeng Dr., Prof. Dr. Umiyati
Atmomarsono, Prof. Dr. Ruhyat
Kartasudjana. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya, Jakarta.
Tabbu, C. R. 2000. Penyakit
Ayam dan Penanggulagannya.Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Subronto. 2003. Ilmu Penyakit Ternak
(Mammalia) I. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Sadikin, M.
2001. Biokimia Darah. Widya Medika. Jakarta.
http://blogs.unpad.ac.id/riskyadipradana/2011/03/12/teknik-pengambilan-darah-pada-ternak/
(diakses minggu, 06 Mei 2012 pukul 08.00 WIB).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar